[Setiap Anak Adalah Bintang] Day 2: I’m the leader!

Setiap manusia adalah pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Saya rasa ini salah satu fitrah yang di miliki setiap anak, termasuk Maryam.

Fitrah ini ditunjukkan Maryam melalui kesukaannya mengatur. Like she knows whag she wants. Contohnya, ketika Maryam ingin jalan jalan keluar, maka ia akan menarik tangan orang yang ia inginkan untuk menemaninya jalan keluar. Setelah itu, ia juga akan menunjuk sandal yang akan dipakai orang tersebut, lalu mencondongkan badannya kearah yang dia mau.

Di kesempatan lain, ketika Maryam merasa mengantuk dan ingin tidur, ia akan protes terhadap orang orang (ummi-abi) yang masih berisik dengan suara suara yg mengganggu proses tidurnya.

Masih banyak sih contohnya yang lain yang menunjukkan sifatnga yg suka mengatur. Saya menganggap ini suatu kelebihan Maryam krn dia tau yanh dia mau, dan dia tau bagaimana caranya mewujudkannya.

Jika terus menerus diberi arahan, maka hal ini akan menjadi hal positif yang menunjang jiwa kepemimpinannya.

Advertisements

[Setiap Anak adalah Bintang] Day 1: Traveling

Salah satu hal yang paling saya suka ketika mengajak Maryam bepergian adalah, Maryam anteng. Alhamdulillah…

Seringkali saya degdegan kalau hendak kemana-mana, terutama jika bepergiannya dengan bukan keluarga atau keluarga jauh. Degdegan kalau kalau Maryam nggak betah, nggak nyaman, dan lain lain.

Alhamdulillah, saya perhatikan Maryam tipe anak yang suka bepergian. Terlihat dari enjoynya dia saat di perjalanan, anteng, ketawa-tawa sambil melihat lihat pemandangan. Jarang sekali Maryam nangis yang sampai gak bisa ditenangin ketika di jalan, alhamdulillah, alhamdulillah banget.. semoga semakin pinterrr.

[Math Around Us] Day 10: Belajar menyedot minuman

Masih soal ukur mengukur, kira-mengira. Kali ini belajar menyedot minuman. Maryam memang baru bisa menyedot seminggu yang lalu. Jadi masih belum lancar.

Biasanya saya kasih minuman gelas, atau susu UHT. Nah, di foto saya kasih UHT merk yang lain dari biasanya. Yang ini sedotannya besar, dan menyedotnya pun tidak semudah yang biasanya. Karena sedotannya agak besar dan lurus.

Disini Maryam belajar mengukur kekuatan sedotannya supaya susunya naik. Beberapa kali naik lalu turun sebelum sampai ke mulut Maryam. Setelah beberapa kali percobaan akhirnya berhasil walaupun masih naik turun.

Good joooob~

[Math Around Us] Day 9: Menyeimbangkan badan

Beberapa waktu belakangan kan memang Maryam sedang berusaha untuk bisa berdiri tanpa dipegangi. Awalnya masih dibantu untum berdiri, lalu di lepas.

Nah skrg Maryam sedang belajar bangun dari posisi duduk ke podidi berdiri tanpa dibantu. Entah ide dari mana, Maryam memakai bantal gulingnya sebagai penyeimbang badannya. Macam yang ada di tv-tv. Di video hanya ada sebentar trus pegangan tembok. Tapi aslinya banyaaak.. hehe.

Konsep matematika di sini adalah kemampuan badan untuk menjaga keseimbangan dan menggunakan bantal guling untuk membantu menyeimbangkan. Great!

[Math Around Us] Day 8: Menyatukan ujung dengan ujung handuk

Jadi kalau ada yg bilang anak kecil iti seperti sponge, menyerapnya cepat sekali, ya bener. Saya nggak pernah mengajarkan Maryam untuk pakai handuk ketika membersihkan badan setelah mandi. Maryam hanya melihat mungkin, dan mengamati ketika Maryam mandi.

Tadi tetiba dia menarik handuk ke belakang badannya, melingkarkan ke badannya, dan menyatukan ujung dengan ujung. Hingga pas. Ini masuk ke ukuran ya, di konsep matematika.

Tabarakallah dear Maryam…

[Math Around Us] Day 7: Menyamakan tutup kaleng

Tadinya mau belajar bentuk-bentuk geometri, tapi pas lagi dibikinin dibejek-bejek sama Maryam.

Yasudah pakai yg ada aja.. toples-toples yang ada di rumah. Kebetulan ukurannya berbeda, besar dan kecil. Setelah dibuka tutupnya, lalu diperkenalkan ukurannya masing-masing.

Setelah dirasa mengerti barulah dipisahkan tutup2nya dan diminta menutup toples seperti yang ada di video.

Ternyata menyenangkan sekali belajara matematika sama Maryam. Semogaa Maryam suka Matematika juga 😁

[Math Around Us] Day 6: Menabung di kantung baju Aki!

Sebenarnya sih ini pelajaran yang nggak disengaja. Ketika Maryam lagi main, dia menemukan beberapa keping uang logam. Lalu Aki datang menghampiri. Memang kalau Akinya datang, Maryam pasti ngecek kantong bajunua Aki.

Ketika dicek ternyata kosong tidak ada isinya, lalu Maryam langsung memasukkan uang logam itu kedalam kantung baju Aki sambil dihitung sama Aki. Setelah semua masuk kantung, lalu dikeluarkan kembali dan dimasukkan lagi satu persatu. Begitu terus sampai Maryam merasa bosan.

Alhamdulillah, Maryam belajar lagi konsep matematika dengan bilangan. Hehehe. Walaupun belum mengerti bilangan dan jumlah, tapi semoga Maryam mengerti kalau berhitungnya makin lama berarti uangnya semakin banyak.

Good job, dear Maryam!

[Math Around Us] Day 5: Banyak atau sedikit?

Salah satu konsep matematika yang saaaangat mudah diperkenalkan adalah konsep banyak dan sedikit. Dan tadi Maryam belajar itu, lebih tepatnya mendalami lagi preferensi Maryam terhadap sesuatu yang dia pilih berdasarkan jumlahnya.

Tadi hanya meminta Maryam untuk memilih kerupuk mana yang Maryam ambil 😅, by the way dia suka banget kerupuk.

Jadi, Ummi sediakan dua bungkus kerupuk dengan ukuran plastik yang sama namun jumlah kerupuk berbeda. Bungkus pertama berisi banyak kerupuk, dan kedua sedikit.

Setelah Maryam lihat kedua pilihan tersebut, ia mengambil bungkusan kerupuk yang pertama, yang isinya lebih banyak. Lalu tanpa ragu-ragu dimakan semua isinya. Setelah habis, lalu Maryam ambil bungkusan kerupuk yang kedua 😂. Gak mau rugi ya..

Sebenernya sih kurang banyak kegiatannya. Ini hanya satu jenis saja. Masih butuh banyaaaak pengulangan dengan media yang berbeda-beda.

Tapi dari eksperimen tadi, kesimpulan yang Ummi ambil sementara ini adalah Maryam lebih menyukai sesuatu (makanan) yang jumlahnya lebih banyak. Hehehhe. Walaupun dua duanya dia makan.

[Math Around Us] Day 4: More jump!

Belajar matematika tidak melulu tentang berhitung. Kata teman saya yang dosen Matematika di IPB, konsep matematika ini luaaaaaas. Dan cara pengajarannya pun nggak kalah beragam.

Seperti hari ini, Maryam belajar berdiri tanpa pegangan. Sudah hampir sebulan ini Maryam berusaha kerass untuk berdiri tanpa berpegangan. Kadang di kasur, kadang di lantai, juga di karpet. Di mana saja, asal Maryam percaya diri.

Tadi Maryam belajar berdirinya di kasur karena memang sudah masuk waktu tidur, jadi sekalian. Kalau belajar berdiri, Maryam pasti happy banget. Apalagi kalau berdirinya sudah bertambah durasinya.

Supaya Maryam tau kalau berdirinya semakin lama, maka setiap dia berdiri Ummi berhitung sambil tepuk tangan. Maryam memang belum mengerti konsep berhitung, tapi disini Ummi memperkenalkan konsep lama dan sebentar melalui hitungan dan banyaknya tepuk tangan.

Awalnya mungkin Maryam belum merasakan konsepnya, tapi lama kelamaan ketika durasi berdirinya sudah bertambah lama maka dia akan merasa bahwa saya berhitung dan bertepuk tangan lebih lama dan lebih banyak. Maka ketika itu dia senang karena merasa kemampuannya berdirinya semakin bertambah.

Sebenarnya Maryam pasti juga bisa merasakan sendiri durasi berdirinya yg semakin lama, tapi dgn ditambah berhitung dan tepuk tangan, ia pasti tambah semangat untuk terus mencoba lebih lagi.

Semangat terus Maryaaaam, semoga bisa segera jalan dan berlari!

[Math Around Us] Day 3: Konsep Besar Kecil

Tadi Maryam belajar tentang konsep besar dan kecil. Sederhana saja, Ummi hanya mengenalkan dua buah benda yg memiliki ukuran yang berbeda; besar dan kecil.

Benda yang dikenalkan pun yang familiar dengannya, yaitu botol minyak telon dan bedak. Dua benda itu Ummi minta masukkan ke dalam boxnya oleh Maryam. Sebenarnya sebelum video berjalan, Ummi sudah mengenalkan konsep besar kecil.para botol ini lewat tutup boxnya. Muat atau nggak?

Botol minyak telon muat ditidurkan di tutup box tapi bedak tidak muat karena terlalu besar. Jadi supaya muat semua Ummi minta masukkan ke dalam boxnya.

Konsep ini baru diperkenalkan hari ini, jadi mestiii banget diulang-ulang supaya Maryam lebih familiar lagi. Tujuan dari proses belajar sebenarnya gak harus Maryam mengerti plek-ketiplek, tapi minimal Maryam familiar dengan bentuknya, namanya, cara penyebutannya, warnanya, rasanya, dan segalanya yg bisa diingat dilihat dan diraba.