hujan November..

when rain starts to fall..
when rain starts to fall..

Halo November.. Sudah satu tahun kita tidak bertemu. Hujan November pun sudah satu tahun tidak menyapa..

Tahun lalu, kau datang bersama dengan debaran hati yang menggebu.. menanti tanggal dan hari berikutnya. Oh tidak, bahkan aku berdebar hanya untuk menanti detik dan menit berikutnya..

Hujan pun mulai datang bersahutan dengan petir.. Hujan datang banyak. Banyak sekali. Aku dan hatiku menjadi sedikit khawatir. Hujan mungkin akan ikut datang mengiringi kebahagiaanku nanti? Ah.. saat itu, aku harap hujan hanya datang sebelumnya saja.

Hujan, kau selalu datang membawa keberkahan. Seperti kata Tuhan, do’a siapa yang akan tertolak ketika hujan? Tuhan pun membuka pintu-pintu harapan┬áketika kau turun.

Hujan, tahun lalu kau datang bersama dengan berbagai keberkahan. Padaku. Pada keluargaku. Padanya. Pada keluarganya. Pada kami. Hujan, ridho-Nya telah mengaliri semua berkah kala itu.

Hujan, tahun lalu aku hanya menikmatinya sendiri saja dari jendela kamar yang gelap. Dinginnya pun hanya bisa kurasakan sendiri.. Tapi kau selalu bisa membawa senyum bersama dengan air-air yang turun.

Hujan, tahun lalu kau tetap turun ketika hatiku tak lagi separuh. Kau tidak pernah nampak cemburu. Bahkan kau berbahagia, memberikan kami kesempatan lebih banyak lagi untuk berdo’a dan bersyukur atas genapnya hati kami.

Hujan, tahun lalu lengkap lah kebahagiaan kami. Alhamdulillah.

November kembali menyapa. Dengan mataharinya yang sayup-sayup bersinar ketika pagi. Dengan semilir anginnya yang lembut menyentuh kulit. Dan dengan kau kembali turun di sore hari.

Hujan, kau datang lagi. Aku bertanya-tanya. Berkah apalagi yang mengiringi kedatanganmu kali ini? Aku senang sekali. Kau datang lagi.

Hujan, tahukah kau? Bukan aku saja yang menantimu. Hampir semua orang di sini menantimu. Tanah hampir-hampir kehabisan stok air peninggalanmu setahun lalu, Hujan.

Hujan, selalu ada senyum yang muncul ketika kau turun. Pintu-pintu harapan kembali terbuka lebar. Allah siap mendengar dan mengabulkan do’a kami bersamaan dengan tetesan air yang jatuh ke bumi.

Hujan, tahun ini kami berdo’a kepada Allah. Kami sangat senang akan genapnya hati kami. Setengah menjadi satu. Tapi satu belumlah bisa memenuhi ruang hati kami. Hujan, kau turun. Kami berdo’a, Allah ridho menitipkan kepada kami berkah yang sangat kami nantikan. Kami berdo’a, Allah ridho menitipkan hak-Nya kepada kami. Hujan, kami berdo’a semoga di mata Allah, kami sudah pantas mendapatkan titipan itu.

Hujan, semoga do’a kami sampai ke pintu-pintu harapan yang tengah terbuka ketika kau turun. Semoga Allah ridho mengabulkannya. Menggenapan hati yang sudah genap, hingga memenuhi ruang hati kami yang rindu. Ya, Hujan, kami rindu. Kami rindu padamu, Hujan. Pada-Nya. Dan pada titipan-Nya.

Hujan, datanglah.. Aku ingin berdo’a..

Advertisements