Kabut Asap Indonesia

Green – Our (victim) Lovely Orang Utan (Video dokumenter, Green)

Akhir-akhir ini berita kabut asap sedang marak di mana-mana. Ya memang karena Indonesia sedang dilanda musibah kebakaran hutan, or should I say, hutan yang dibakar?

Hm. Apapun kata media, apapun kata pemerintah, this is so obvious bahwa hutan-hutan di sebagian pulau Kalimantan, dan Sumatera ini memang sengaja dibakar untuk mengeruk keuntungan sebagian pihak. Am I wrong?

For information, kabut asap yang tengah menerpa beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan (dan katanya sekarang asapnya sudah sampai di beberapa daerah pulau Jawa dan sekitarnya), sudah menelan korban. Bukan cuma korban materi, tapi juga korban jiwa!

Korban jiwa juga bukan hanya manusia, tapi juga satwa-satwa di sana! Ahh.. geram sekali rasanya melihat hal ini terjadi. Hal ini bukan hanya setahun dua tahun terjadi, ini sudah belasan tahun! Tapi kami bisa apa?

Hanya untuk keuntungan ‘beberapa’ perusahaan besar, mereka rela mengorbankan hak-hak hidup banyak rakyat kecil. Untuk kepentingan ekspansi lahan kelapa sawit mereka membakar hutan, menyebabkan asap sampai beberapa negara, menghilangkan habitat, dan menghilangkan nyawa manusia juga satwa. Kalau hal ini sudah berlangsung selama belasan tahun, lalu yang salah siapa? Saya tidak perlu menjawab sepertinya.

Video yang saya share diatas merupakan video tentang Green, seekor orang utan yang juga menjadi korban deforestation yang dilakukan oleh perusahaan besar bermental kecil. Ketika ditemukan, Green berada di dalam lumpur, kakinya lumpuh, dan ketika dia tahu ada manusia datang untuk menyelamatkannya… ah saya tidak bisa meneruskannya. Mata Green yang berbicara..

Green saat diselamatkan.
Green saat diselamatkan.

See? Itu Green saat ditemukan. Green dirawat oleh salah satu badan sosial di sana. Saya tidak tahu apa namanya, tapi filmnya didokumentasikan oleh Patrick Rouxel dari Green Planet Films, thanks to them. Setelah dirawat beberapa hari, Green mati.

This is so heartbreaking. No, I’m not sentimental. I’m not sensitive. But truly this is so sad. Dan menonton film ini, saya merasa menjadi manusia yang jahat. Ya saya merasa jahat.

Saya langsung teringat berpuluh-puluh buku tak terpakai yang kertas di dalamnya masih kosong..

Saya juga ingat kayu-kayu yang saya bakar..

Saya teringat kertas-kertas yang masih bagus, yang saya pakai hanya sekedar coret-coret atau membuat pesawat-pesawatan..

Saya teringat minyak goreng yang saya beli..

Saya teringat HP Smartfren yang adik saya punya yang dibeli dari PT Sinarmas..

Saya teringat Pizza Hut, McD, coklat Arnotts yang saya makan, Shampo dan sabun dari Unilever yang saya pakai..

Saya teringat saya membeli dan memakai semua produk-produk mereka..

Saya merasa jahat karena saya merasa saya juga turut andil dalam menyebabkan Green dan banyak satwa lainnya menderita 😥

Ah.. sekali lagi, tapi kami bisa apa?

Sebenarnya banyak, banyak sekali yang kita bisa lakukan untuk membantu mengatasi masalah ini. Disamping pasang status protes marah-marah ke pemerintah, atau nulis curhatan kayak saya begini, masih banyak kok hal yang bisa kita lakukan kalau kita serius. Misalnya, tidak memakai kertas dari PT Sinarmas, haha. Tidak membuang-buang kertas, kayu, dan produk dari pohon lainnya. Tidak memakai barang-barang, atau setidaknya mengurangi pemakaian produk dari perusahaan pembakar dan perusahaan penanam saham, dan perusahaan pendukung kegiatan destroying by logging, clearing for palm oil plantations, and the choking haze of rainforest fires, dalam bentuk dukungan apapun. Dan juga, tidak membakar sampah sembarangan.

Dan di akhir video, credit yang ditampilkan adalah..

Deforestation In Indonesia is Made Possibly By

The Wood Industry, The Pulp and Paper Industry, The Palm Oil Industry, with the help of The Financial Institution, The Credit Agents, (beberapa bank dunia dan negara peminjam modal), The Politicians President Of Republik Indonesia and many more, and The Cunsomers…

Now, all we can do is from small things, from our self, and from now! Let’s help our environment, help our friend, help others Gods’ creature.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Aamiin ya robbal alamin. Merdeka! *heroik*