[Gaya Belajar Anak] Day 6: Ini Aku

Pelajaran singkat kali ini adalah tentang mengenal diri sendiri. Masih dengan gaya kinestetik dan audiotory.

Maryam belajar mengenal diri sendiri ketika ditanya “Maryam mana?”. Jawabannya Maryam harus mengarahkan tangannya ke dadanya yang menunjukkan kalau itu Maryam.

Saya memperagakan bagaimana Maryam harus menjawab berulang-ulang sambil membantunya menepuk dadanya dengan tangannya sendiri.

Alhamdulillah Maryam sudah bisa menjawab dengan menunjuk dirinya sendiri.

Lihat, dengar, rasakan, dan lakukan! Motto belajar untuk Maryam 😍

Advertisements

[Gaya Belajar Anak] Day 5: Memungut Makanannya sendiri

Sore hari, ketika selesai makan, saya langsung memungut makanan diatas karpet lalu membuangnya. Kegiatan ini beberapa kali saya lakukan sehingga Maryam melihatnya.

Tidak lama kemudian, ketika saya sudah beranjak dari tempat makan, Marym yg masih di sana kemudian memanggil saya karena ingin memberi sesuatu.

Ternyata itu adalah sisa makanan yg masih ada dan belum saya ambil. Alhamdulillah, pelajaran kinestetik tanpa audiotory kali ini juga berjalan baik.

[Melatih Kecerdasan Maryam] Day 5: Tunggu Ummi sholat yaa..

Assalamu’alaykum..

Alhamdulillah sudah mencapai hari ke-5. Kebetulan hari ini adalah hari pertama kami pindah dan stay “beneran” di rumah. Beberapa waktu lalu kami bolak balik dan sempet tinggal di rumah orangtua, tp sekarang sudah full di rumah.

Ini juga menjadi pengalaman pertama saya tinggal hanya berdua saja dengan Maryam kala suami bekerja. Dulu pernah sih ketika Maryam bayi banget, dan gak kuat, berakhir baby blues 😅. Makanya semenjak ada wacana pindah dan tidak stay bersama orangtua lagi, ada perasaan cemas dan takut. Mungkin karena babyblues dulu. 

Alhamdulillah hari pertama tadi dilalui dengan happy. Maryam pun anteng, tidak rewel dan happy terus. 

Yang saya ajarkan hari ini adalah menunggu saya ketika sholat. Karena di rumah cuma berdua aja jadi ketika saya sholat otomatis Maryam akan sendiran. 

Sebelum sholat, saya sounding sambil lihat matanya bahwa saya akan sholat dan memintanya untuk menunggu sebentar. Ketika sholat zuhur, awal-awal Maryam selalu mencoba untuk melihat wajah saya. Saat saya sujud ia selalu memegang pundak dan kepala. Tapi melihat saya tidak bergeming ia tidak lantas memaksa ataupun menangis. Pada rokaat 3 dan 4, ia lebih banyak memperhatikan walaupun masih menarik-narik mukena saya.

Setelah saya sholat selalu saya berterima kasih karena sudah sabar menunggu. 

Begitupun ketika sholat ashar. Yang berbeda adalah Maryam tidak banyak mengganggu, bahkan sejadah yg berantakan karena Maryampun dibereskannya. Alhamdulillah, sudah menunjukkan kemajuan.

Namun pada saat sholat magrib, mungkin ia haus jadi agak sedikit rewel ketika saya sholat. Walaupun masih bisa teratasi, tapi agak sedikit mengganggun konsentrasi. Pelajaran untuk saya, agar tidak meninggalkannya untuk sholat dalam keadaan haus.

Alhamdulillah sampai abinya pulang Maryam tidak rewel, tertawaaa terus. Alhamdulillah..Good job, Maryam!

[Melatih Kecerdasan Maryam] Day 4: Membersihkan makanan yang tumpah

Makan dengan bayi pasti saja ada yang terecer, apalagi jika bayi makan sediri. Ada makanan yg lompat, piring yg terbang, maskeran dan keramasan dadakan pakai makanan, dan masih banyak lagi.

Berangkat dari situ, saya ingin mulai mengajarkan Maryam membersihkan bekas makannya. Mulai dr lantai, karpet, hingga ke diriya sendiri. Alhamdulikkah Maryam mengerti dan mau untuk membersihkan air yg tumpah.

[Melatih Kecerdasan Maryam] Day 1: Lets Pray before do something!

Alhamdulillah game level 3 dimulai juga setelah liburan selama beberapa pekan. Kali ini tentang Melatih Kecerdasan Anak. Sebenernya pasti banyak banget hal yang sy ajarkan kepada Maryam menyangkut melatih kecerdasan tp belum terarah. 

Proyek pertama adalah membiasakan Maryam berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, lengkap dengan gerak dan gestur saat berdoa.

Alhamdulillah sedikit-sedikit Maryam sudah mulai memahami gerakkan saat berdoa, saat mengucapkan aamiin, dan gestur wajah ketika doa terucap. 

Sekarang tinggal terus memperdalam pemahamannya kapan doa dilakukan. Kegiatan apa saja yg mulai diperkenalkan doa-doanya. 

Besok masih akan tentang berdoa. Ah, tidak sabar untuk praktik selanjutnya 🎈😄💙
#tantangan_hari_ke1

#kelasbunsayIIP3

#game_level_3

#kami_bisa

Aliran Rasa [Game Level 2]

Alhamdulillah, game level 2 sudah dilalui dgn hasil FAILED!! huhuhu. Ada satu postingan yang belum dilaporkan linknya. Gapapa, jadi belajar untuk lebih berhati-hati dan teliti.

Saya mengambil tema Maryam Led Weaning untuk Game Level 2 ini. Alasannya, ini memang jadi salah satu PR saya untuk melatih lagi Maryam makan sendiri.

Awalnya memang Maryam BLW, tapi saya tergoyahkan krn banyak suara-suara miring tentang metode yg saya terapkan. Alhasil sempat beberapa bulan saya pakai Spoon Feeding (SF)

Tapi hasilnya setelah SF? Maryam GTM. Tidak mau makan, tidak mau buka mulut. Saya stress. Maryam pun tidak memiliki waktu makan yang menyenangkan. Pada saat SF itu, sy merasa saya agak memaksakan Maryam makan. Ada takaran yang harus dihabiskan. Akhirnya proses makan menjadi proses yg tidak disenangi Maryam. Hiks.

Setelah direnungi, akhirya saya menyadari bahwa saya salah. Saya kembali lagi ke metode BLW dengan perasaan yg lebih tenang sehingga Maryam pun tenang. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit ia kembali makan dengan happy. Saya pun jadi banyak belajar kembali.

Setelah ini BLW akan terus dijalani hingga ia mahir makan, percaya diri, dan menjadi anak yg happy eater.

Satu lagi, tujuan BLW ini bukan agar Maryam pandai makan sendiri, tapi lebih kepada proses pembelajaran yg akan diperoleh Maryam dr proses makannya. Selain pemenuhan gizi, melatih motorik kasar dan halus, membiasakan makan sambil duduk, mengenalkan beragam makanan, dan mengenalkan rasa lapar serta kenyang. Tentunya saya juga jadi tahu mana makanan yg Maryam suka dan mana yg tidak melalui preferensinya ketika makan.

So, semangat teruuus Maryamkusayaaaang!

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 8: Review BLW, lanjut?

Alhamdulillah di tantangan 2 kali ini sudah berjalan selama satu minggu, walaupun laporannya ada yang rapel 1 kali gara-gara ketiduran. huhuhuhu.

Karena sudah 7 hari, jadi kita akan review yaaa proses BLW Maryam.

  • Sampai tadi siang Maryam alhamdulillah makan dengan happy. Belum sempurna benar-benar makan sendiri, I mean, dia memang nyuap sendiri tapi masih harus dipangku karena kalau tidak dipangku maka akan makan sambil merangkak kemana-mana.
  • Ketika dipangku, Maryam makan dengan anteng. Tapi sesekali masih harus disodori makanannya, entah karena Umminya yang kurang sabar atau gimana, walaupun setelah disodori Maryam akan ambil sendiri makananannya.
  • Maryam sudah menunjukkan preferensi makanan yang dia suka dan mau dia makan saat itu. It helps me a lot untuk menyiapkan menu makanan bagi Maryam.

 

So far, masih ada beberapa hal yang masih ingin saya gali lagi untuk Maryam agar benar-benar handal ber-BLW ria, jadi skill BLW masih akan terus menjadi topik untuk Level Melatih Kemandiriannya! Syemangat Maryaaaaam :*

 

 

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 6: She knows what she wants.

Semenjak Maryam mulai Mpasi, saya menjadikan kegiatan makan bukan hanya kegiatan untuk mengisi perut tapi juga kegiatan yg penuh pembelajaran baik itu saya maupun Maryam. Selain itu, prinsip saya, makan adalah kegiatan yang harus menyenangkan. Tidak ada paksaan dan no tipu daya supaya mangap 🚫. Dan BLW ini saya rasa paling cocok untuk saya dan Maryam.

Melalui BLW saya jadi tau preferensi rasa dan jenis makanan yang Maryam suka maupun tidak suka, yang sedang ingin maupun tidak ingin dimakan. Seperti hari ini. Untuk makan siang saya menyiapkan nasi beberapa gundu, ati ayam, dan tumis bayam telur untuk Maryam. Saya juga menambahkan satu buah cabai merah sebagai bumbu aromatik tambahan selain duo bawang. Sekalian mau lihat reaksinya terhadap cabai 😁

Ketika saya tawarkan makanannya, awal Maryam mengambil nasi hanya dua gundu. Setelah itu ia mengambil bayam di tumisan, menyisakan telur yang tak tersentuh sama sekali. Tak lupa ati ayamnya ikut dihabiskan seperti bayam yang habis tak bersisa.

Rupanya Maryam masih agak enggan untuk makan telur. Memang saya perhatikan Maryam seperti kurang suka dgn telur. Direbus, dikukus, dibuat kue kukus, didadar, diceplok, belum ada yg dimakan selahap makan bayam. 

Dan rupanya hari ini Maryam sedang sedikit makan nasi, padahal biasanya suka sekali dengan nasi putih. Mungkin memang sedang seperti itu maunya. 

Terhadap rasa agak pedas, tidak ada reaksi kepedasan. Maryam tetap lahap. Berarti aman dengan satu cabai 😙 

Kesimpulan dari proses belajar makan hari ini:

🍰 Sedang tidak onfire dengan nasi

🍰 She always loves spinach!

🍰 Satu cabai is ok 👌

🍰 Masih belum mau telur, keep trying! 
Alhamdulillah, semoga besok dan selanjutnya selalu dimudahkan Allah. Happy eating!

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 5: Feed others

Maryam kini alhamdulillah sudah mulai mengerti konsep makan. Bahwa makan menggunakan tangan, dimasukkan ke dalam mulut. Dan saya perhatikan, Maryam sangat suka berbagi. Apapun yg dipegangnya selalu ia coba bagi kepada orang di sekelilingnya. Termasuk berbagi makanan.

Ketika itu Maryam sedang makan ayam teriaki ditemani oleh eyangnya dan saya. Ketika Maryam sudah mengambil ayamnya, eyang minta makanan Maryam. 

“Maryam, eyang mau dong ayamya…”

Mendengar hal itu, Maryam langsung menyodorkan tangannya yg tengah memegang ayam ke mulut eyangnya. Hal iu terjadi beberapa kali. Hingga sepertinya lebih banyak makanan yg ditawarkan kepada orang lain daripada yg langsung dimakannya 😅 .

But anyway, this really made me so proud of her. Love you Maryam!

[Melatih Kemandirian Maryam Day 4: I’m a proud Mommy

Jadi hari ini, tadi, kami sekeluarga pergi ke acara 4 bulanan adik ipar saya di Sentul. Banyak keluarha yg juga ikut hadir.

Ketika sampai di rumah orang tua adik ipar saya, banyak kue yang disuguhkan. Tante saya langsung menyodorkan kue bolu gula jawa kepada Maryam. Ketika diberikan, Maryam tidak membuka mulutnya, melainkan mengambil kuenya dan langsung dimakan sendiri.

Tante saya langsung bilang, Maryam makannya sendiri ya? 
Happy!