[Melatih Kemandirian Maryam] Day 8: Review BLW, lanjut?

Alhamdulillah di tantangan 2 kali ini sudah berjalan selama satu minggu, walaupun laporannya ada yang rapel 1 kali gara-gara ketiduran. huhuhuhu.

Karena sudah 7 hari, jadi kita akan review yaaa proses BLW Maryam.

  • Sampai tadi siang Maryam alhamdulillah makan dengan happy. Belum sempurna benar-benar makan sendiri, I mean, dia memang nyuap sendiri tapi masih harus dipangku karena kalau tidak dipangku maka akan makan sambil merangkak kemana-mana.
  • Ketika dipangku, Maryam makan dengan anteng. Tapi sesekali masih harus disodori makanannya, entah karena Umminya yang kurang sabar atau gimana, walaupun setelah disodori Maryam akan ambil sendiri makananannya.
  • Maryam sudah menunjukkan preferensi makanan yang dia suka dan mau dia makan saat itu. It helps me a lot untuk menyiapkan menu makanan bagi Maryam.

 

So far, masih ada beberapa hal yang masih ingin saya gali lagi untuk Maryam agar benar-benar handal ber-BLW ria, jadi skill BLW masih akan terus menjadi topik untuk Level Melatih Kemandiriannya! Syemangat Maryaaaaam :*

 

 

Advertisements

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 6: She knows what she wants.

Semenjak Maryam mulai Mpasi, saya menjadikan kegiatan makan bukan hanya kegiatan untuk mengisi perut tapi juga kegiatan yg penuh pembelajaran baik itu saya maupun Maryam. Selain itu, prinsip saya, makan adalah kegiatan yang harus menyenangkan. Tidak ada paksaan dan no tipu daya supaya mangap 🚫. Dan BLW ini saya rasa paling cocok untuk saya dan Maryam.

Melalui BLW saya jadi tau preferensi rasa dan jenis makanan yang Maryam suka maupun tidak suka, yang sedang ingin maupun tidak ingin dimakan. Seperti hari ini. Untuk makan siang saya menyiapkan nasi beberapa gundu, ati ayam, dan tumis bayam telur untuk Maryam. Saya juga menambahkan satu buah cabai merah sebagai bumbu aromatik tambahan selain duo bawang. Sekalian mau lihat reaksinya terhadap cabai 😁

Ketika saya tawarkan makanannya, awal Maryam mengambil nasi hanya dua gundu. Setelah itu ia mengambil bayam di tumisan, menyisakan telur yang tak tersentuh sama sekali. Tak lupa ati ayamnya ikut dihabiskan seperti bayam yang habis tak bersisa.

Rupanya Maryam masih agak enggan untuk makan telur. Memang saya perhatikan Maryam seperti kurang suka dgn telur. Direbus, dikukus, dibuat kue kukus, didadar, diceplok, belum ada yg dimakan selahap makan bayam. 

Dan rupanya hari ini Maryam sedang sedikit makan nasi, padahal biasanya suka sekali dengan nasi putih. Mungkin memang sedang seperti itu maunya. 

Terhadap rasa agak pedas, tidak ada reaksi kepedasan. Maryam tetap lahap. Berarti aman dengan satu cabai πŸ˜™ 

Kesimpulan dari proses belajar makan hari ini:

🍰 Sedang tidak onfire dengan nasi

🍰 She always loves spinach!

🍰 Satu cabai is ok πŸ‘Œ

🍰 Masih belum mau telur, keep trying! 
Alhamdulillah, semoga besok dan selanjutnya selalu dimudahkan Allah. Happy eating!

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 5: Feed others

Maryam kini alhamdulillah sudah mulai mengerti konsep makan. Bahwa makan menggunakan tangan, dimasukkan ke dalam mulut. Dan saya perhatikan, Maryam sangat suka berbagi. Apapun yg dipegangnya selalu ia coba bagi kepada orang di sekelilingnya. Termasuk berbagi makanan.

Ketika itu Maryam sedang makan ayam teriaki ditemani oleh eyangnya dan saya. Ketika Maryam sudah mengambil ayamnya, eyang minta makanan Maryam. 

“Maryam, eyang mau dong ayamya…”

Mendengar hal itu, Maryam langsung menyodorkan tangannya yg tengah memegang ayam ke mulut eyangnya. Hal iu terjadi beberapa kali. Hingga sepertinya lebih banyak makanan yg ditawarkan kepada orang lain daripada yg langsung dimakannya πŸ˜… .

But anyway, this really made me so proud of her. Love you Maryam!

[Melatih Kemandirian Maryam Day 4: I’m a proud Mommy

Jadi hari ini, tadi, kami sekeluarga pergi ke acara 4 bulanan adik ipar saya di Sentul. Banyak keluarha yg juga ikut hadir.

Ketika sampai di rumah orang tua adik ipar saya, banyak kue yang disuguhkan. Tante saya langsung menyodorkan kue bolu gula jawa kepada Maryam. Ketika diberikan, Maryam tidak membuka mulutnya, melainkan mengambil kuenya dan langsung dimakan sendiri.

Tante saya langsung bilang, Maryam makannya sendiri ya? 
Happy!

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 3: Lets eat with fork!

Mulai masuk bulan ke-11 ini, saya mulai memperkenalkan beberapa peralatan makan kepada Maryam. Mulai dari piring untuk dewasa, sendok, dan garpu. Kalau gelas memang dari awal mpasi Maryam minum dari gelas.

Hari ini Maryam belajar makan dengan garpu. Pertama seperfi biasa, ia melihat saya makan sambil mendengarkam sounding saya. Lama kelamaan Maryam mulai tertarik dengan garpu.

Setelah memegang garpunya ia mulai mengarahkan ke piring sambil diaduk-aduk makanannya. 

Hal ini sebenarnya sudah dimulai dadi beberapa waktu lalu. Tapi hari ini kita latihan lagi denga mangga. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Maryam mulai berhasil menusuk mangganya dan langsung dimakan. Yes! Alhamdulillah

Setelsh berhasil memindahkan beberapa potong mangga ke mulutnya, Maryam menyudahi makannya.

Alhamdulillah, semoga semakin baik lagi skill makannya πŸ˜‹

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 2: Busy day, please eat by your self.

Jumat hangat, 

Alhamdulillah hari ini Abi libur kerja, artinya akan bersama-sama doing everything. Dari pagi Maryam sudah saaaangat ceria liat abinya yg masih santai gak rariweuh seperti biasanya.

Hari ini kami sekeluarga pergi ke rumah buk puh dan pak puh untuk bantu-bantu aunty pindahan. Kalau bicara soal pindahan, yg ada di benak saya adalah capek dan riweuh. Mengurus barang-barang di rumah yang kelihatannya sedikit tapi ternyata ndak muat satu truk πŸ˜…, rasanyaaaaaa cekot-cekot 😟. Itu yg saya alami dulu ketika pindahan. 

Sesampainya di rumah pak puh, rumh sudah mulai diberes2kan. Setelah duduk-duduk sebentar dan mengobrol, lalu kegiatan pindah-pindah barang dan lemari pun berlanjut. Semua orang turun tangan, kecuali saya. Hehehe. Saya pun sibuk, sibuk urus Maryam πŸ˜‚.

Hingga tiba saatnya jam makan Maryam. Berhubung ada hal yang harus saya kerjakan, maka Maryam saya sounding untuk makan sendiri.
Maryam, makan sendiri yaaa. Ummi mau bantuin buk puh dulu sebentar.

Alhamdulillah Maryam makan sendiri dengan lahao sambil melihat saya yanh sibuk mondar mandir hehehehe.
Good job, nak!

[Melatih Kemandirian Maryam] Day 1: Maryam Led WeaningΒ 

Game Level 2 di Kelas Bunsay has just begun….. Hehehe.

Kali ini temanya tentang melatih kemandirian anak. Awal liat judulnya saya langsung menetapkan bahwa skill yang akan dilatih (kembali) adalah makan sendiri alias BLW.

Kenapa kembali? Awal Maryam Mpasi memang saya sudah memakai metode BLW. Tapi seiring berjalannya waktu ada banyak hal dan kendala dalam menerapkannya. Tapi sekarang balik lagiiiiii. Bismillah, Maryam BLW lagi!

Hari ini, ketika makan siang Maryam saya buatkan omelet telur keju. Oh ya, usia Maryam sekarang adalah 11 bulan. 

Nasi dan omelet yg saya masak saya hidangkan di piring makan khusus bayi. Yang ada sekat2nya. Awalnya, Maryam mau mengambil sendiri makananya. Tapi hanya bertahan beberapa suap.

Setelah masuk beberapa suapan, itupun hanya sedikit, Maryam tidak mau melanjutkan makannya.

Kalai sudah begitu, saya mulai berfikir keras bagaimana caranya supaya Maryam tetap makan. Sambil menguatkan diri saya untuk tidak menyuapinya.

Akhirnya setelah beberapa lama dibiarkan, Maryam saya ajak duduk kembali dengan piring makan untuk dewasa, yang terbuat dari porcelain. Di piring itu saya bulat-bulatkan nasi dan telur kecil-kecil. Melihat nasi bulat sudah tersedia, Maryam langsung melahapnya. 

Rupanya hari ini Maryam lebih suka makan nasi saja, dan lebih suka jika makanannua sudah tersedia untuk ukuran satu kali hap! πŸ˜‚

Walaupun tidak habis, tapi setidaknya hari ini mendapat pelajaran baru. Yaitu menyiapkan makanan siap hap hihi.
#HariKe1

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Aliran Rasa [Game Level 1]

Komunikasi.

Menyangkut banyak hati. Banyak jiwa dan pikiran, juga perasaan. Kadang berisi sama, namun tak jarang berbeda arah.

Untuk Maryam, maafkan dan terus berjuang bersama. Untuk Abi, bersabarlah dan kita sama-sama belajar.

Semoga sedari belajar ilmu ini semakin menguatkan hati masing-masing untuk terpaut satu sama lain.

Tim Ganesha, semangat! πŸ™‹πŸ’œ

[Komunikasi Produktif] Day 10: Mengajak Maryam melakukan sesuatu (Cerita 4)

Beberapa hari ini saya terkena flu, imbasnya Maryam yang sehari-hari bersama saya pun tertular flu.

Hidungnya meler, penuh dengan lendir hidung. Dari awal Maryam memiliki tanda-tanda flu saya sudah langsung beraksi. Mulai dari menyimpan irisan bawang plus minyak telon di dalam kamar, hingga air panas plus minyak kayu putih.

Malamnya flu dan pilek Maryam masih ada. Ia kelihatan sulit tidur karena mampet hidugnya. Lama kelamaan Maryam pun menangis dengan kencang.

Mungkin karena ada tambahan menangis jadi menyebabkan hidungnya tambah mampet. Jadilah menangisnya semakin kencang dan sulit untuk diberhentikan. 

Karena sudah malam, kami khawatir tangis membahanan Maryam mengganggu tetangga, maka kami mengajaknya untuk jalan jalan malam naik mobil. Di mobil Marym masih terus nangis. Akhirnya kami berhenti di depan patung kuda.

Di situ kami turun dan mendekati patung. Tangisnya mulai mereda. Kesempatan itu saya gunakan untuk berkomunikasi dengannya.

Maryam, maryam pilek ya? Hidungnya mampet ya nak? Sabar ya sayang.. Allah sayang sama Maryam. 

Tadi udah ummi kasih bawang sama minyak telon badannya, semoga hangat yaa.

Nangisnya berhenti dulu ya, Nak. Supaya hilang mampetnya. Nanti jadi bisa tidur.. pasti Maryam mengantuk kan?

Yuk nanti kita bobo yaa..

Beberapa saat setelahnya Maryam pun tertidur. Alhamdulillah… 

[Komunikasi Produktif] Day 9: Meminta Maryam melakukan sesuatu (Cerita 3)

Saat sedang makan jeruk, Maryam selalu membuang ampas jeruknya ke lantai. Melihat hal itu saya mulai menyampaikan kepada Maryam bahwa makanan yang sudah tidak di makan tidak dibuang ke lantai. Pelan pelaaan sekali.

Maryam, kalau sudah selesai menghisap air jeruknya, ampasnya diberikan ke Ummi ya biar Ummi buang. Kalau Maryam buang ke lantai itu tidak baik, sayang. Berikan ke Ummi yaa. Biar bersih..

Aslinya saya ucapkan itu berulang-ulang selama proses makan jeruk belum selesai. Alhamdulillah sedikit-sedikit ia mengerti.